Tips dan Tempat-tempat Membeli Oleh-oleh di Jepang untuk Dibawa ke Tanah Air (Bagian 1)

Ketika mau pulang ke negeri kita, kita sering bingung, mau bawa oleh2 apa ya untuk keluarga dan teman2 di Tanah Air. Di Jepang kan apa-apa juga mahal. Jadi bawa apa ya yg kira-kiranya disukai oleh mereka. Maksudnya, kan nyelekit juga tuh kalo udah bawa oleh-oleh berapa ribu yen gitu tapi ternyata nggak cocok ama mereka. Hehehe…..

Dalam postingan kali ini gw akan menulis TIPS beli oleh-oleh dan TEMPAT beli oleh-oleh tersebut.

TIPS membeli oleh-oleh untuk dibawa ke Indonesia:

1. Buat LIST siapa aja yg akan diberi oleh-oleh dan apa oleh-olehnya. Terserah sih mau bikin list yg global atau list yg spesifik. List ini akan menjadi panduan kita dalam beli oleh-oleh nanti, jadi nggak ada yg kelupaan. List ini meliputi siapa yg akan diberi dan oleh-oleh apa yg akan diberikan.

2. Jangan beli oleh-oleh di tempat wisata. Maksudnya gini lho, kalo kita mau bawa oleh-oleh untuk anak2 lab, wajarlah beli di tempat wisata yg kita kunjungi (emang tradisi orang Jepang bhw kalo kita pulang dari bepergian tuh sebaiknya bawa oleh2 utk orang2 yg ditinggalkan). Nah, kalo kita bawa oleh-oleh untuk dibawa ke Indonesia, kan nggak ada bedanya tuh beli oleh2 di tempat wisata atau beli di toko biasa di sekitar kita, toh sama-sama dari Jepang. Tapi nggak apa-apa sih beli oleh-oleh di tempat wisata kalo emang sengaja mau ngasih oleh-oleh berupa barang yang khas daerah tsb.

3. Perhatikan peraturan imigrasi atau peraturan lainnya. Misalnya jangan bawa oleh-oleh berupa tanaman atau hewan karena akan bermasalah di bandara.

4. Disarankan untuk tidak membawa oleh-oleh berupa wasabi (山葵) atau tempe Jepang (nattou 納豆) karena tidak cocok dengan lidah orang Indonesia pada umumnya, kecuali kalo emang pengen nunjukin saus khas Jepang dan tempe khas Jepang. Hehehe….

Berikut ini adalah TEMPAT-TEMPAT untuk membeli oleh-oleh untuk dibawa ke Indonesia. Maaf, beberapa tempat di bawah ini hanya ada di Tokyo.

1. Supermarket atau toko snack yg ada di sekitar kita. Misalnya: OK Store di Nagatsuta, Hiruma di Oookayama, Machioka di Oookayama. Di sini kita bisa beli rice crackers (senbei 煎餅) beraneka rasa, teh hijau, maccha (抹茶), mie instan, dsb.

2. Toko 100 Yen (100 円ショップ). Barang yg bisa dibeli di sini: kertas origami, stiker, alat-alat makan khas Jepang, pajangan mungil, dsb. Perhatian, sebagian barang-barang di toko 100 yen bertuliskan “Made in China”. Menurut gw pribadi sih, nggak enak kalo bawa oleh2 made in China. Pertama, ceritanya kan ini oleh-oleh dari Jepang, kok ada tulisan “Made in China”? Kedua, stereotip yg berlaku di masyarakat kita adalah barang2 buatan China tuh barang murah dan berkualitas rendah, jadi nggak enak kalo ngasih oleh-oleh made in China (kecuali kalo kita emang pulang dari China).

3. Toko grosiran bernama 鈴梅. Alamatnya di 東京都台東区蔵前3丁目12−9‎03-3864-1413‎. Kalo mau lihat di peta, buka aja Google Map yg bhs Jepang, lalu copy paste alamat di atas (tanpa nomor telepon) ke Google Map tsb. Cara ke sana: Naik Toei Asakusa Line, turun di Kuramae Station. Keluar lewat pintu A4. Lalu telusuri Edo-dori ke sebelah kiri (ke arah Asakusa, BUKAN ke arah Asakusabashi). Toko itu hanya berjarak sekitar 5 rumah dari pintu A4 Kuramae Station. Toko ini menjual aksesoris misalnya gantungan kunci, dompet, tas, pajangan, alat tulis. Tapi ini toko grosiran, jadi harus beli MINIMAL 10 BUAH. Trus di depan toko itu ada tulisan “This is not souvenir shop.” Jadi (menurut pendapat gw) si pemilik toko kayaknya nggak suka di datangi oleh turis. Kerasa deh dari auranya, biasanya kan penjaga toko2 di Jepang tuh ramah bgt kalo ada org yg datang, tapi wkt gw datang ke toko ini (udah 3 kali) mereka sikapnya biasa aja, bahkan menyodorkan papan bertuliskan “Pembelian minimal 10 buah per jenis barang.” yg ditulis dalam berbagai bahasa. Barang2 yg dijual di sana mirip dengan yg dijual di deretan pertokoan di Asakusa tapi tidak terlalu variatif seperti di Asakusa. Harganya sekitar 50% dari harga barang di Asakusa. Misalnya dompet untuk uang logam di Asakusa harganya lebih dari 500 yen (lupa tepatnya berapa) tapi di toko ini hanya 300 yen (jadi 3000 yen karena harus beli minimal 10 buah).

4. Toko makanan polimer di Kappabashi. Maksudnya, makanan bohong-bohongan yg terbuat dari polimer tapi bentuknya sama persis dengan makanan sungguhan. Misalnya yang biasanya dipajang di bagian luar rumah makan di Jepang. Gw pernah jalan-jalan ke Kappabashi ini. Bentuk makanan bohong2an ini mirip bgt dengan makanan aslinya. Dan harganya LEBIH MAHAL daripada makanan aslinya. Oh ya, tersedia juga gantungan kunci, jepit rambut, dsb dalam bentuk makanan.

5. Toko barang bekas (second hand shop). Toko ini ada di mana-mana. Kalo di Indonesia tuh kayak Babe atau Base atau Rangkas gitu. Mungkin kalian berpikir, apa yg bisa dijadikan oleh-oleh dari toko barang bekas. Banyak. Pertama, barang-barang khas Jepang tapi yg benar-benar amat sangat mahal sekali kalo kita beli yg baru sehingga kita mau nggak mau harus beli yg bekas, misalnya kimono dan perlengkapannya atau set pajangan boneka kerajaan untuk hinamatsuri. Kedua, barang-barang untuk orang-orang yg kita rasa nggak masalah bila diberi barang bekas, misalnya punya adik perempuan lalu pengen ngasih boneka Mickey Mouse yg asli dari Disneyland tapi lumayan mahal kalo beli di Disneyland, jadi beli di second hand shop, harga lebih murah dan adik juga gak masalah kalo dikasih barang bekas oleh kakaknya. Ketiga, barang-barang baru, maksudnya di second hand shop kadang-kadang kita bisa menemukan gantungan kunci yg masih baru atau aksesoris kecil yg masih baru.

6. Beli barang elektronik secara online. Kan kadang-kadang ada tuh saudara yg minta dibawain barang elektronik misalnya kamera. Beli di www.kakaku.com lebih murah daripada beli di toko-toko besar seperti Yodoabashi Camera atau Yamada Denki. Atau bisa juga kita lihat alamat tokonya di www.kakaku.com lalu kita datangi langsung tokonya. Biasanya sih merupakan toko-toko kecil di pelosok Akihabara.

7. Tokyu Hands. Info dapat dibaca di http://www.tokyu-hands.co.jp/ (website berbahasa Jepang). Di Tokyu Hands ini kita bisa beli kertas origami, kartu atau pembatas buku bernuansa Jepang, pajangan khas Jepang (tapi mahal), dan barang-barang aneh misalnya alat untuk bikin bentou (lunch box) yang lucu-lucu, penghapus miniatur set makanan Jepang.

8.  COOP atau koperasi sekolah. Di sini kita bisa beli ballpoint, pensil mekanik, gelas, kaos, stiker, pemantik, name card holder, tas, buku tulis, dsb yang bertuliskan nama universitas kita. Cocok untuk oleh-oleh ke dosen kita di Tanah Air.

9. Book Off alias Toko Buku Bekas. Di sini kita bisa beli buku-buku dalam bahasa Inggris dengan harga murah. Atau mungkin ada teman-teman yg minta dibawain komik Jepang (manga), bisa dibeli di sini.

10. Toko Buku Kinokuniya. Harga buku baru memang mahal. Tapi mungkin aja ada yg mau bawa oleh-oleh berupa buku origami atau kalender unik tapi nggak nemu barang2 tsb di Book Off, jadi bisa beli di Kinokuniya.

Akhir kata, selamat berburu oleh-oleh!

42 thoughts on “Tips dan Tempat-tempat Membeli Oleh-oleh di Jepang untuk Dibawa ke Tanah Air (Bagian 1)

  1. wuaaaa…sangad tertarik….cici add fb aku yaa ” Yuri Be ( Becil Ucil ) ” hihi :D biar bisa share..ak pngn belajar bahasa Jepang dulu level kindergarden hehe :p

    Dozo Yoroshiku ^.^

  2. kalo oleh2 paling murah di jepang apa ya? yg bisa dibeli satuan, gantungan kunci, pensil, atau apa? terimakasih

  3. Kalo mau yg paling murah dan bisa dibeli satuan sih, cari aja di 100 yen shop. Harganya 105 yen. Tapi hampir semuanya ada tulisan “Made in China”.
    Kalo mau yg murah tapi harus beli minimal 10 biji, bisa beli di toko nomor 3 yg saya tulis di atas. Yg paling murah di situ kayaknya gantungan kunci. Harganya yg paling murah itu sekitar 120 yen per buah.

  4. Wah, kalo soal tiket murah Tokyo-Jakarta, belum ada yg ngalahin Air Asia sih. Tapi kalo mau yg direct flight, paling murah tuh ANA.

  5. april kemarin 2 mgg di jepang.bingung waktu mau cari oleh2.harga souvenir kaya gantungan kunci aja +/- 50 rb an.kaos tipis biasa minimal 200rb an.klo ke Daiso ya malu donk….jangan sekali-kali belanja di akihabara tanpa melihat dan membandingkan di toko2 kecil di blakang jalan utama.banyak barang elektronik bagus dgn harga miring.second jg ada dgn kondisi barang 90%.

  6. Btw, Heru, waktu datang ke Jepang 2 minggu yg lalu belum baca blog saya ya?
    Di postingan ini udah ditulis bhw kalo mau beli gantungan kunci, belinya di toko grosiran dekat Kuramae station, harganya nggak nyampe 200 yen per buahnya.
    Trus kalo mau beli kaos, bisa beli di toko oleh-oleh di Shibuya (udah saya tulis di postingan yang judulnya Tips dan Tempat-tempat Membeli Oleh-oleh di Jepang untuk Dibawa ke Tanah Air bagian 3).
    Trus kalo mau beli alat elektronik, seperti yg udah saya tulis di postingan ini, cek dulu di kakaku.com, di situ tercantum alamat toko-tokonya juga, dan biasanya toko-tokonya itu letaknya di gang-gang kecil di Akihabara. Jd kalo ke Akihabara, kalo mau murah, memang jangan beli di toko-toko besar di jalan utama, tapi langsung aja ke toko-toko di gang kecil itu.

  7. salam kenal.
    nama saya sudi, saya mahasiswa di yamaguchi univ jepang,
    saya tinggal di ube city.
    mau tanya, klo mau beli camera SLR bekas di daerah ube dmn ya?
    salam

  8. Sudi, saya nggak tahu apa2 ttg Ube city. Tapi tentang beli barang, saya baru2 ini diajarin oleh senpai di pabrik, bhw kalo mau murah, belilah secara online di http://www.amazon.co.jp. Saya udah coba, ternyata harganya memang lebih murah daripada beli di toko. Kemudian selain Amazon, kamu juga bisa cari di kakaku.com.

  9. Sempai.. Ay mau ke jepang ni akhir januari 2014 ini Mau tanya second hand sop yang sempai maksud dmana ya?? Sy nginep di asakusa.. Mohon pncerahannya

  10. Toko barang bekas tuh maksudnya Hard-Off atau Off-House. Tapi namanya juga toko barang bekas, belum tentu barang yg kita cari ada di situ, soalnya tergantung dari ada tidaknya orang yg menjual barang2nya.
    Hard-Off atau Off-House itu tersebar di seluruh Jepang. Alamatnya bisa dilihat di website resminya http://www.hardoff.co.jp/ichiran.php

  11. Kalo untuk makan dan beli oleh2 aja sih cukup. Tapi kalo transportasi, tergantung pergi ke mana dulu. Kalo dalam kota aja, cukup. Tapi kalo perlu keluar kota, tiket shinkansen mahal.

  12. Saya ikut dr travel sdh diurus sm mereka ini buat jajan aja disana cukup gak ya kira2? Emg ticket Shinkansen brp ya?

  13. Kalo untuk jajan aja, cukup kok. Hehehe….
    Tiket shinkansen misalnya dari Tokyo ke Osaka tuh sekitar 14000 yen sekali jalan. Tapi pemegang visa turis bisa beli JR Pass yang bisa digunakan untuk naik kereta JR ke seluruh Jepang, termasuk shinkansen sepuasnya. Keterangan ttg JR Pass bisa dilihat di website resminya. http://www.japan-rail-pass.com/

  14. Ooh gitu makasih banyak ya info nya bermanfaat hehe btw souvenir di disneyland mahal2 yah? Bs kebeli gak ya..kayaknya budget ku buat jajan dinaikin jd 100rb yen cukup buat beli souvenir disana?

  15. Hmmm… souvenir Disneyland mahal-mahal sih. Boneka yg paling kecil aja (kayak gantungan di tas) udah ampir 2000 yen. Kaos kalo gak salah juga 2000 yen. Jd cukup nggaknya sih tergantung souvenir apa yg dibeli. Hehehe…..

  16. Oiya kl kaos2 kayak souvenir dr jepang mahal juga? Hehe maaf ya banyak nanya akunya maklum baru pertama kali hehe

  17. Tergantung kaos apa. Kalo kaos-kaos yg bermerk misalnya kaos Disneyland, itu mahal, kalo gak salah sih sekitar 2000 yen satunya. Tapi kalo kaos biasa aja sih teman saya pernah beli di Akihabara kaos bertuliskan kanji samurai (侍) cuma 300 yen tapi entah di toko apa.
    Akhir Februari udah musim semi sih tapi masih dingin bgt. Kamu ngapain milih akhir Februari? Kalo mau ke sini tuh bagusnya akhir Maret atau awal April ketika bunga sakura sedang mekar.

  18. Halo maaf baru bales ooh gitu makasih infonyaaa, iyanih aku libur dr kampus bln februari awal maret udh masuk trs travelnya ngadain tour akhir femares pilih yg feb deh hehe kl Ada rezeki lg aku kesana deh aamiin btw kamu tinggal dijepang? Salam kenal yaa:)

  19. Salam kenal juga. Oh, jd memang liburnya bln Februari ya. Hehehe…..
    Saya dulu tinggal di Tokyo, sekarang udah pindah ke Osaka.

  20. Lyta,, aku ada plan pergi ke Jepang awal Maret ini,, lagi googling2 cari info, ketemu tulisanmu,, informatif sekali,, sayang nulisnya dipisah2.. ehhehe,, untuk kondisi di Jepang sekarang bagaimana Lyta,, terakhir ku dengar lagi badai salju ya?

  21. Badai saljunya cuma di Tokyo doank kok. Itu pun cuma dua hari aja (satu hari di minggu kemarin dan satu hari di dua minggu yg lalu). Sekarang udah biasa lagi.

  22. Oiya kl aku mau beli Tokyo banana sm kitkat aneka rasa dimana ya? Kira2 brp harganya? Gak berasa bentar lg berangkat tp aku takut badai salju..

  23. Yang saya tahu sih Tokyo Banana bisa dibeli di Stasiun Shinagawa, Tokyo, dan Ueno. Lupa harganya berapa. Kata orang sih di bandara juga ada, tapi saya nggak pernah lihat.
    Sedangkan Kitkat aneka rasa, saya nggak tahu belinya di mana, nggak pernah sengaja nyari soalnya. Kata orang sih ada di Bandara Haneda. Nggak tahu harganya berapa.

  24. Makasih banyak bantuannyaaa:) dijepang suhunya msh dingin ya? Kira2 brp lapis pakaiannya? Maklum Baru pertama Kali ke negara salju hehehe

  25. Di sini bulan Maret masih dingin. Tapi Tokyo nggak dingin2 banget sih, sekitar 10 derajat lah. Biasanya orang pake baju lengan panjang dan jaket tebal. Btw kamu ke Tokyo doank kan ya? Di Tokyo salju turun setahun paling 2-3 kali aja kok yaitu di bulan Februari.
    Saya nggak tahu uang Yen kalo kelipat masih bisa dipake nggak. Soalnya saya biasanya bawa pake dompet, jd nggak sampe kelipet yg sampe ada garisnya.

  26. Salam kenal,
    Saya senang sekali membaca tulisan lyta.. Rencananya tgl 6 maret 2014 ini saya beserta anak akan pergi ke jepang. Kira2 ditokyo masih ada salju gak ya? Menurut rencana akan menginap di daerah shinjuku, apakah cocok untuk anak2. Untuk daerah tokyo dimana saya bisa menemukan toko hardoff y,, makasih sblmnya..

  27. Kak Dewi, di Tokyo udah nggak ada salju. Di Tokyo tuh kalo turun salju cuma bentar, trus dua hari kemudian juga saljunya udah hilang. Hehehe….
    Daerah Shinjuku nggak apa-apa kok untuk anak-anak. Tapi kalo malam hari jangan dibawa ke daerah lampu merahnya.
    Toko Hard-Off adanya di pinggiran, Kak, bukan di Tokyo-nya. Lagipula saya nulis artikel di atas tentang Hard-Off tuh maksudnya untuk yang sekolah atau kerja di Jepang, jadi punya banyak waktu untuk sengaja-sengaja ke Hard-Off. Sedangkan untuk turis, kayaknya lebih baik beli oleh-oleh yang biasa aja deh, repot kalo jauh-jauh ke Hard-Off.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s